Kenali Terlebih Dahulu Sebelum Anda Menilai

10.28.2008

Kawah Ratu

Bismillah...

Berbagi pengalaman lagi nich, kali ini saya mo cerita tentang pengalamanku waktu liburan kemarin, hari Ahad 26 Oktober 2008. Hari itu saya, Pa' Adi, dan teman-teman saya pergi mengelilingi bogor. Secara sepintas memang kaya ga' mungkin, tapi secara general memang bener. Selama dua(2) tahun lebih saya tinggal di Bogor, baru kali ini saya melakukan petualangan yang InsyaAlloh tidak akan saya lupakan. Seru dech disana saya menemukan banyak hal-hal yang sebelumnya saya belum dapetin. Mau tahu cerita selengkapnya mengenai petualangan saya kemarin ke Kawah Ratu...?
Mulai dari Awal aja ya... Beberapa hari sebelumya, Pa' Adi Purwanto (Dosen BEC) bermaksud untuk mengunjungi kembali Kawah Ratu. Ya, beliau memang sebelumnya sudah pernah menginjakan kaki di sana. Niatnya itu Ia sampein ke murid-muridnya (Angkatan 12). Dan sungguh luar biasa minat anak baru itu. Sekitar 15 anak bersedia ikut ke kawah ratu yang memang belum pernah kami bayangkan sebelumnya.
Pada hari Jum'at tanggal 24 Oktober 2008, Pa Adi memberikan Breafing(maaf kalau salah) kepada yang berminat ikut ke sana. Dan keputusannya kami yang berasal dari kawasan Bogor EduCARE, kumpul di BEC jam 6 pagi, dan untuk peminat yang berasal dari kawasan Bogor Kota, kumpul di taman topi pukul 7 pagi, beserta parlengkapan-perlengkapan yang wajib dibawa guna perbekalan selama di jalan.
Hari Ahad pun tiba, sang mentari berseri-seri mengitip di jendela kosanku. Saya segera bangun dan menjalankan kewajibanku sebagai muslim (Shalat Subuh). setelah itu barang-barang yang dibutuhkanpun saya siapkan. Asep dan Riki(Angkatan 11) beserta saya sendiri yang sudah siap berangkat ke BEC seperti yang sudah kami rencanakan. Perut keroncongan dikarenakan belum makanpun bukan halangan. Toh di BEC sana kami bisa makan bubur ayam. Beberapa lamanya kami menunggu peserta yang lain, Pa' adi beserta tas besarnya datang. Beliau membawa tas yang kayaknya lengkap tuh isinya, beserta satu bundel matras. Kami semua sarapan di pos satpam BEC, setelah mangkuk kami bersihkan, kamipun siap untuk berangkat. Namun mahasiswa angkatan 12 yang sebelumnya antusias, ternyata ga' kunjung datang. Lalu kami putuskan untuk berangkat tanpa mereka. Ya, kami pikir semua angkatan 12 telah menunggu di Taman Topi. Naik angkot 05 adalah suatu kewajiban mungkin, untuk sampai ke Bogor Kota. Di dalam Angkot, Riki mengutarakan niatnya ke Kawah Ratu sekaligus pulang ke Leuwi Liang. Dan ternyata itu ga bisa, kami akan meneruskan perjalanan ke Sukabumi, Jawab Pa' Adi. Lalu dengan berat hati riki pun turun untuk dapat kembali ke cikiray.
Sesampainya di kantor Balai Kota, kami berjalan menuju Taman Topi. Anggapan kami bahwa yang lain telah menunggu ternyata salah. Di Taman Topi, tak satupun mahasiswa BEC yang menunggu. Ya sudah lah, akhirnya tinggal empat orang yang tersisa, Saya, Angga, Asep, dan Pa' Adi P. Kami berempat pergi ke tempat yang kami tuju, Kawah Ratu. Sedikitpun tidak ada bayangan mengenai kawah ratu di pikiran saya.

Dengan menaiki angkot terlebih dahulu yang lumayan cukup lama, kami tiba di gerbang pendakian kawah ratu sekitar pukul 09:45. Dengan berbagai syarat administrasi yang ngebete'in, akhirnya kami berangkat untuk mendaki. Bagi saya yang memang orang gunung, kawasan pendakian itu saya anggap biasa-biasa saja, cuman jaraknya aja yang memang bikin dengkul (kaki, ed:JAWA) ini kaya mo copot. Di perjalanan saya melihat banyak turis domestik maupun turis asing. Kawah ratu memang sudah terkenal. Seperti yang saya sebutkan tadi perjalanan menuju kawah ratu memang biasa saja, bagi yang sudah terbiasa mendaki gunung.


Sebelum sampai kawah ratu, kami disuguhi "anak kawah ratu" ujar Pa' Adi, dan ternyata luar biasa, "anaknya aja udah kaya gini apalagi induknya...!" Memerlukan waktu dua jam bagi kami untuk sampai ke tujuan utama kami "Kawah Ratu". sesampainya di sana, panorama alam menghadirkan ketakjuban saya kepada sang pencipta alam tersebut. Dialah Alloh Azawajallah, yang berkuasa penuh atas alam ini. Kita sebagai mahluknya tak pantas sedikitpun berperilaku sombong. Oleh kerena itu para pembaca, saya anjurkan untuk sering melihat fenomena-fenomena yang Alloh perlihatkan pada kita.


Di area kawah ratu itu sendiri sengaja kami mengabadikan gambar, sebagai kenang-kenangan. Bermacam-macam yang manusia lakukan setibanya di sana. Ada yang cuman foto-foto, ada yang mandi di air belerang, ada juga yang mengambil belerang yang nempel pada batu sebagai oleh-oleh, seperti yang saya lakukan. Setelah merasa puas, kami kembali melanjutkan perjalanan. Selang beberapa jauh dari kawah ratu, kami beristirahat untuk makan bersama dan menunaikan Shalat Dzuhur. Setelah keperluan kami selesai dilaksanakan, kami berdua tak bosan untuk melanjutkan perjalanan. Karena Pa' Adi ngomong ke kami, kalau kami terlambat sampai ki bawah, maka kemungkinan besar angkot sudah ga' ada. Oleh karena itu kami segera menuruni bukit selanjutnya.
sampai di lahan yang luas, dari sana kami melihat kemegahan Puncak Salak I,
namun kami cuman melihat dari kejauhan. Hampir sampai ke bawah bukit, karunia Alloh ta'ala tak henti-hentinya menaungi kami berempat. Hujan turun dengan derasnya, dan kami semua mengeluarkan perlengkapan "anti hujan" Kecuali saya sendiri. Saya tidak membawa mantel ataupun jaket parasut seperti temen-temen saya. Sehingga, air hujan pun dengan deras masuk ke badan saya. Oleh karena itu, bagi pembaca yang mau bepergian ke gunung hendaklah membawa: Mantel, Sepatu, Makanan, Tas, Plastik, Matras, dll. Itu juga yang pa' adi katakan kepada saya. Hujan mengguyur bumi sukabumi sampai kami tiba di pos jaga.
Kami jalan di jalan raya yang penuh dengan turunan dan belokan. untuk menjaga keseimbangan kami, kami berjalan mundur pada turunan tajam. Selang beberapa lama, hujan kembali turun, namun karena derasnya hujan tersebut. Terpaksa saya membuka matras dan menutupi kepala saya dengannya. Terus menuruni bukit tersebut, sampailah kami ke masjid Ar Raihan. Masjid pertama yang saya temui di sukabumi ini lumayan bagus. Dan kamipun memutuskan untuk berteduh dan melaksanakan shalat Ashar. Habis shalat ashar, kami melanjutkan perjalanan ke tempat angkutan umum mangkal. Alhamdulillah, tanpa perlu menunggu waktu panjang, saya dapat duduk dan melepaskan lelah di angkot. Sampailah angkot itu di pasar cibedug, kamipun turun dari angkot putih itu, dan menunggu bis yang dapat mengantarkan kami ke Bogor.
Sambil menunggu, Pa' Adi pergi membeli makanan. Perut yang laparpun bersyukur atas makanan yang beliau berikan. Tak berlangsung lama, Bis MGI datang mengangkut kami menuju Bogor.
Sampailah kami di Bogor pada pukul 19:00, dan tidak perlu saya ceritakan lagi, saya langsung pulang ke kosan di sukaraja. Sebelum tidur, saya membersihkan badan yang selama satu hari berinteraksi dengan hutan. Dilanjutkan dengan menjamak shalat maghrib dan Isya, dan selanjutnya Alhamdulillah tidur dengan nyenak.
Semoga pengalaman saya ini memberikan banyak manfaat bagi pembaca semua.
Selengkapnya...

10.20.2008

Halal Bihalal Fosil X

بسم الله الرحمن الرحيم
Para pembaca yang budiman, sedikit berbagi pengalaman yah. Beleh kan...? gininih ceritanya. Dari awal aja, biar yang baca juga ngerti apa yang saya tulis. Kan rugi kalo saya nulis ga dimengerti oleh pembaca. Langsung aja ya...
Bogor EduCARE (BEC), adalah lembaga pendidikan 1 tahun lebih.... dst. kalau mau lebih jelas mengenai KULIAH GRATIS ini silahkan click di sini.
Sebuah lembaga pendidikan tentu mencetak alumni alumni yang handal (cie cie...) Tentu aja, BEC geto loch. Salah satu alumninya adalah saya sendiri. Saya adalah alumni BEC angkatan 10. Sebelumnya, khusus angkatan 10 sudah membentuk sebuah wadah silaturrahmi khusus angkatan 10. Dikenal dengan nama FOSIL X. Pada hari Ahad tanggal 19 Oktober 2008 kemarin, Saya bersama teman-teman saya yang satu angkatan (Angkatan 10) yang tergabung dalam FOSIL X.
Acara tersebut cukum meriah(emang pesta), dihadiri oleh beberapa anggota Fosil dan ada beberapa perwakilan dosen yang hadir. ya... Alhamdulillah acara tersebut berjalan dengan lancar. yang dimulai pada pukul 10:00 WIB dan berakhir pada pukul 14:00 wib.
Selain acara temu kangen, kami juga berdiskusi mengenai acara-acara yang akan dilaksanakan pada bulan depan. Dan rencana yang sudah disepakati, acara pada bulan depan yakni akan dilakasanakan Kurban. tau dong bulan desember kan Kita sebagai umat Islam ngerayain Hari raya Idul Adha. Ya... Semoga aja rencana yang mulia tersebut tidak mengalami kendala yang cukup berarti, sehingga acara tersebut dapat berjalan lancar.
Selengkapnya...

9.19.2008

"Kebohongan Ibu" Atau Kasih Sayang Ibu...?

Bismillah...

Tulisan ini saya post agar para pembaca kembali merenung dengan segala apa yang ada pada diri seorang ibu kita masing-masing. Tulisan ini saya dapatkan dari email kiriman teman saya. mudah mudahan ini dapat bermanfaat.

KEBOHONGAN IBU ATAU KASIH SAYANG IBU...?


Ini hanyalah sebuah renungan kecil tentang kasih sayang seorang ibu..silahkan dibaca baek-baek....

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata:
"Makanlah nak, Ibu tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika aku mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, Ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku.
Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata:
"Makanlah Nak, Ibu tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel. Dari hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata:
"Cepatlah tidur nak, Ibu tidak Capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, Ibu yang tegar dan gigih menungguku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk Ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata:
"Minumlah nak, Ibu tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap Sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, Dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kami pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat Kondisi keluarga yang semakin parah, Ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk Menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, Ibu berkata:
"Saya tidak butuh cinta" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku dan kakakku semuanya bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau , Ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang Tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata:
"Ibu masih punya uang" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian Memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika. Berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, Ibu berkata kepadaku
"Ibu tidak terbiasa" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit Kanker Lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang Samudera Atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk Ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya Setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menggerogoti tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti Ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata:
"Jangan menangis anakku, Ibu tidak sakit" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : "Terima kasih Ibu"

Coba dipikir-pikir, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita?
Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita?
Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian.
Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.

Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.

Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum?
Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum?
Apakah ini benar?
Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi..

Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari


Saya menunggu komentar anda...
Selengkapnya...

9.15.2008

Etika Berbicara

Bismillah...Hendaknya pembicaran selalu di dalam kebaikan. Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:
"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma`ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia". (An-Nisa: 114).

Hendaknya pembicaran dengan suara yang dapat dide-ngar, tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu rendah, ungkapannya jelas dapat difahami oleh semua orang dan tidak dibuat-buat atau dipaksa-paksakan.

Jangan membicarakan sesuatu yang tidak berguna bagimu. Hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam menyatakan: "Termasuk kebaikan islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna". (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Janganlah kamu membicarakan semua apa yang kamu dengar. Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu di dalam hadisnya menuturkan : Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar".(HR. Muslim)

Menghindari perdebatan dan saling membantah, sekali-pun kamu berada di fihak yang benar dan menjauhi perkataan dusta sekalipun bercanda. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari bertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda". (HR. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

Tenang dalam berbicara dan tidak tergesa-gesa. Aisyah Radhiallaahu 'anha. telah menuturkan: "Sesungguhnya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam apabila membicarakan suatu pembicaraan, sekiranya ada orang yang menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya". (Mutta-faq'alaih).

Menghindari perkataan jorok (keji). Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang mu'min itu pencela atau pengutuk atau keji pembicaraannya". (HR. Al-Bukhari di dalam Al-Adab Mufrad, dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Menghindari sikap memaksakan diri dan banyak bicara di dalam berbicara. Di dalam hadits Jabir Radhiallaahu 'anhu disebutkan: "Dan sesungguhnya manusia yang paling aku benci dan yang paling jauh dariku di hari Kiamat kelak adalah orang yang banyak bicara, orang yang berpura-pura fasih dan orang-orang yang mutafaihiqun". Para shahabat bertanya: Wahai Rasulllah, apa arti mutafaihiqun? Nabi menjawab: "Orang-orang yang sombong". (HR. At-Turmudzi, dinilai hasan oleh Al-Albani).

Menghindari perbuatan menggunjing (ghibah) dan mengadu domba. Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain".(Al-Hujurat: 12).

Mendengarkan pembicaraan orang lain dengan baik dan tidak memotongnya, juga tidak menampakkan bahwa kamu mengetahui apa yang dibicarakannya, tidak menganggap rendah pendapatnya atau mendustakannya.

Jangan memonopoli dalam berbicara, tetapi berikanlah kesempatan kepada orang lain untuk berbicara.

Menghindari perkataan kasar, keras dan ucapan yang menyakitkan perasaan dan tidak mencari-cari kesalahan pembicaraan orang lain dan kekeliruannya, karena hal tersebut dapat mengundang kebencian, permusuhan dan pertentangan.

Menghindari sikap mengejek, memperolok-olok dan memandang
rendah orang yang berbicara. Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
yang artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan). (Al-Hujurat: 11).

Selengkapnya...

9.05.2008

Make Jilbab Yuk…!

Bismillah...
Meskipun telat, saya ngucapin “Met Ngejalanin Ibadah PUASA ya…, moga kita serius dalam ngemakmurin bulan suci ini. N’ Usaha Kita Tersebut, dapet Pahala dari Alloh Azawajallah. Amiiinnn…”
Tidak perlu berpanjang lebar, yuk kita mulai aja yach....
Saudaraku seiman. Kita harusnya bersyukur dapet ngerasain bulan Ramadhan sekarang. Karena gak’ sedikit dari temen-temen kita yang Ramadhan Tahun lalu dapet berpuasa, Tapi karena kehendak-Nya, mereka tidak dapat ngejalaninnya. Karena sudah ngeduluin kita menghadap Alloh Sang Pencipta.
Nyambung ama judul di atas, bagi kita kaum Muslimin tentu tahu kewajiban kita masing-masing. Mulai dari Syahadat, Shalat, Puasa, Zakat, Haji, dll. Dan salah satu dari ”dll” itu ya... ”NUTUP AURAT”
bedasarkan Firman All
oh SWT:
1. “Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (Ind: jilbab)nya ke dadanya…’” (Annur:31)
Keterangan :
Ayat ini menegaskan empat hal:
a. Perintah buat ngjaga pandangan kita dari yang diharamkan oleh ALLOH SWT .
b. Perintah buat ngjaga kemaluan kita dari perbuatan yang haram.
c. Larangan nampakin perhiasan kecuali yang biasa tampak.
d. Perintah buat menutupin khumur/jilbab ke dada.

2. Hadis riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasululloh SAW dengan pakaian yang tipis, lantas Rasululloh SAW berpaling darinya dan berkata:“Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR. Abu Daud dan Baihaqi).
Keterangan :
Hadis ini menunjukkan dua hal:
a. Kewajiban nutup seluruh tubuh wanita kecuali wajah dan telapak tangan.
b. Pakaian yang tipis itu ga’ memenuhi syarat untuk kategori menutup aurat.

3. ........dan janganlah kamu melakukan tabarruj sebagaimana tabarrujnya orang-orang jahiliyyah dahulu…” (Qs. Al-Ahzab: 33).
Keterangan:
Tabarruj itu perilaku ngumbar aurat atau tidak menutup bagian tubuh yang wajib untuk ditutup. Biasanya orang yang suka ngumbar aurat itu adalah prilaku jahiliyah (Kuno bin ga’ Modern). Jadi kalau kita ngaku orang yang GAUL, ya... kenapa ga’ pake jilbab...?

4. Hadis Rasululloh SAW:
“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mrip ekor sapi untk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Keterangan:
Hadis ini ngejelasin tentang ancaman buat wanita-wanita yang membuka dan memamerkan auratnya. Yaitu siksaan api neraka. (Ngeri bangeeet..) Ini nunjukin kalau pamer aurat dan “buka-bukaan” adalah dosa besar. Sebab perbuatan-perbuatan itu dilaknat oleh ALLOH SWT atau Rasul-Nya dan yang diancam dengan sangsi duniawi atau azab neraka adalah dosa besar.

Untuk itu, di bulan Ramadhan ini, mari kita tingkatin Ibadah kita. Contohnya ”NUTUP AURAT or BERJILBAB” ya.. selain ngejalanin perinatah Sang Pencipta, ini juga agar kita ga’ kecepretin dosa dari kaum Adam yang mandangin aurat kita. Yang diharepin sich ga’ cuman bulan ramadhan ini kita pake jilbab, tapi abis bulan Ramadhan juga kita Istiqomah ngejalanin Kewajiban kita tersebut. Setuju ga...?

Selengkapnya...